Friday, 16 October 2015

Menyaksikan debut Leo Messi di liga 11 tahun lalu

Jumat ini adalah perayaan 11 tahun debut pemain Argentina di liga, rekan Juliano Belletti dan lawan David García mengingat kembali hari itu

16 Oktober merupakan hari dimana Leo Messi melakukan debutnya di liga untuk Barça. Tim yang saat itu dilatih oleh Frank Rijkaard kemudian menang 1-0 dalam laga derbi kontra Espanyol di stadion Olympic di Montjuic. Pelatih asal Belanda memberi kesempatan pada bocah Argentina berusia 17 tahun ini beraksi di liga. Messi masuk menggantikan Deco di sisa 8 menit laga berakhir.  Rekannya saat itu, Juliano Belletti dan pemain lawan yang bertugas mengawal pergerakan Messi, David García, menarik ingatan kembali ke laga debut ini.

Belletti: Dia adalah Pele di generasiku

“Di hari itu, dia tidak punya banyak waktu untuk menunjukkan sekilas apa yang sudah kita lihat di saat latihan. Dia pemain yang berbeda dibandingkan pemain-pemain muda lainnya. Waktu dimainkan bersama tim B atau U-19 dia terlihat sangat menonjol. Pemain yang sulit untuk dikawal karena, selain masih muda, dia juga punya kepribadian dan kualitas bermain bersama tim utama,” ujar Belletti. Pahlawan bagi Barça di laga Liga Champions tahun 2006 di Paris ini menekankan Messi tidak merasa cukup puas sampai disitu saja. Belletti menambahkan, “Setiap tahun dia selalu ingin lebih baik, selalu menginginkan yang lebih lagi.” Untuk segala hal yang telah diraihnya sejak hari itu sebelas tahun lalu, bagi pemain Brasil ini, “ Dia seorang Pele di generasiku.”

David García: Lebih baik menjaga dia dibandingkan Ronaldinho atau Eto’o

David García bermain penuh 90 menit pada hari itu di posisi sayap kiri Espanyol, membuatnya menjadi orang pertama yang mengawal pergerakan Messi dalam sejarah sepakbola liga Spanyol. Dia menuturkan, “ Aku ingat Messi datang dan aku sedang bermain di sektor luar ketika Rijkaard memberinya instruksi sebelum masuk lapangan.” Dirinya melanjutkan, “ Kami mempelajari lawan-lawan kami dan kami sudah melihatnya bermain untuk Barça B. Kesan pertama kami adalah bahwa dirinya seorang pemain yang sangat berbeda, sosok yang menentukan dan mampu mencetak banyak skor.”

Kini, dirinya sudah pensiun dan sedang belajar untuk kualifikasi kepelatihan, David Garcia mengingat kembali penampilan Messi saat itu. “Kurasa saat itu lebih baik menjaga dia daripada Ronaldinho atau Eto’o yang lebih terkenal dan berpengalaman.” Bila mengingat ke belakang, reaksi seperti itu sepertinya tidak biasa apalagi saat itu tidak ada orang yang memprediksi akan seperti apa Messi kemudian. Bahkan, sosok pemain yang harus menjaganya di lapangan pun tidak tahu. “Aku tidak pernah membayangkan kalau dia akan menjadi seorang pemain terbaik yang pernah ada seperti sekarang ini,” simpulnya menutup penuturannya tentang Messi. (fcbarcelona.co.id)